Sunday, February 28, 2010

notesnya kak black baca yoooo

Mencari KesalahanShare

Dua hari lalu saya menjadi moderator acara family gathering jurusan saya di kampus. Saya jadi ingat tentang satu pertanyaan yang saya lontarkan kepada para teman-teman saya yang hadir saat itu, sebuah pertanyaan simpel yang terucap begitu saja, dan berkaitan secara tiba-tiba dengan tema yang sedang diangkat saat itu : Mencari kesalahan diri sendiri.
Saya bertanya berapa hasil dari 1 + 1 X 2. Resiko saya adalah kehilangan kendali atas mereka bila saja pertanyaan mudah saya itu dijawab dengan benar oleh mereka, namun seperti yang sudah saya bilang, semua itu terjadi begitu saja tanpa saya sadari. Kerumunan di hadapan saya saat acara itu berlangsung di dominasi oleh orang-orang yang dulu (padahal belum genap setahun) duduk di jurusan IPA saat SMA. Dan bukan sesuatu yang sulit bagi mereka untuk menjawab pertanyaan dari saya itu.
Saya berjudi, saya memang berharap bahwa mereka salah menjawab, karena kebanyakan orang kurang teliti (seperti saya) bila menjawab pertanyaan semudah itu. Dan benar saja, saya menang judi, mereka (tidak semua) menjawab pertanyaan saya dengan jawaban yang saya harapkan : Empat!
Segera saya katakan, “Yang betul itu Tiga. Kalian salah, sekarang coba kalian cari di mana kesalahan kalian.”

Entah kenapa saya yakin dengan jawaban saya, meski saya tidak pernah yakin penuh atas apa yang saya katakan tapi saya terus berjudi. Jawaban saya tetap 3, saya yang benar, mereka yang salah, mereka yang harus mencari jawaban sendiri. Mereka harus mencari kesalahannya sendiri.
Dan percaya atau tidak, selama saya memegang jawaban yang saya yakini benar, saya pun masih terus mencari kemungkinan saya salah. Saya terus menghitung ulang, terus dan terus sampai akhirnya mereka meng-iya-kan jawaban saya. Di sini, kredibilitas saya sebagai seorang senior dipertaruhkan, maka dari itu bila ada kesalahan sedikitpun, akan sangat membantu mereka untuk membantai saya dengan guyonan, tertawaan, maupun ejekan. Dan yang lebih membuat saya takut adalah bila mereka tidak tertawa, mereka tidak mengejek, tetapi mereka mempercayai bahwa saya adalah orang yang tidak berguna.

Sayang seribu kali sayang, saya yang menang. Mereka mengakui kemenangan saya, dan mereka setuju untuk mencari kesalahan mereka. Dan akhirnya mereka pun mengetahui apa dan di mana kesalahan mereka, juga bagaimana mereka bisa menemui kesalahan mereka. Menyenangkan.

“Hal yang paling mudah adalah mencari kesalahan orang lain, untuk itu kita sebagai manusia yang ingin maju dan ingin tantangan, mulailah hal yang lebih sulit : mencari kesalahan diri sendiri.”

Intinya, kadang-kadang saya menjadi orang yang paling tolol saat harus menyalahkan orang lain atas sebuah kekacauan, kehancuran, kegagalan, ketidak senangan, keruwetan dan sebagainya. Kadang saya sendiri bingung dan sama sekali hilang akal bagaimana caranya untuk menjadikan semua itu berubah menjadi yang lebih baik.
Tapi selama semuanya dimulai dari sebuah sadar diri, saya yakin bahwa setiap hal-hal yang tidak kita inginkan bisa kita ubah, dan sedikit penyebabnya adalah dari dalam diri kita sendiri. Untuk itu, meskipun kecil, saya berusaha mencari kesalahan diri sendiri dulu untuk mengatur orang lain atau memaksa orang lain untuk mencari kesalahannya, atau untuk sekedar memberi tahu bahwa orang lain salah.

Tidak pernah sulit untuk mencari kesalahan orang lain, yang sulit itu bila kita tahu kesalahan kita, dan kita sudah memperbaikinya, namun tidak membantu sama sekali untuk merubah keadaan menjadi seperti yang seharusnya.

No comments:

Post a Comment